Waktu Penanaman dan Pemeliharaan Terung Organik

Setelah umur 4 minggu, bibit di pesemaian dipindah ke lapang. Bibit dalam kotak pesemaian dicabut secara hati-hati dengan bantuan solet agar akarnya tidak rusak. Jika wadah pesemaian dari daun, bibit ditanam beserta wadahnya. Jika wadahnya kantong plastik, bibit beserta medianya dikeluarkan dari wadahnya.

Setelah itu, bibit ditanam dalam lubang tanam yang telah disiapkan. Beri tanah di kiri dan kanan bibit, kemudian ditekan perlahan lahan agar bibit dapat berdiri dengan kuat. Setelah selesai penanaman, bibit disiram dan ditutup dengan pelepah pisang, daun dracaena, daun kelapa, atau bambu untuk mengurangi penguapan.

Cara Pemeliharaan

Agar tumbuh subur, setiap hari tanaman terung harus diperhatikan dan dirawat. beberapa perawatan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

a. Penyiraman dan pengairan

Apabila tanah kering, tanaman segera disiram. Bila dekat dengan saluran irigasi, lahan dapat dileb (digenangi) sebatas tinggi bedengan. Penggenangan lahan ini jangan terlalu lama.

b. Pemberian mulsa

Pemberian mulsa berupa dedaunan atau jerami digunakan bila bedengan tidak diberi mulsa PHP. Pemberian mulsa ini bertujuan untuk mencegah penguapan sehingga tanaman tidak kekeringan.

c. Penyulaman (penyisipan)

Tanaman yang mati, kerdil, dan tidak sehat segera diganti dengan tanaman baru supaya seragam perkembangannya. Akan tetapi, tanaman yang mati karena penyakit menular tidak perlu diganti karena tanaman baru bisa tertular.

d. Pemasangan turus (penopang)

Turus atau penopang diperlukan untuk menopang tanaman agar tidak roboh pada saat berbuah. Pemasangan turus dilakukan sedini mungkin agar tidak merusak perakaran. Turus dapat dibuat dari bambu atau kayu. Ukuran lebar bambu atau diameter kayu 4 cm dan panjang t 100 cm. Pemasangan turus pada bedengan yang menggunakan mulsa PHP perlu hati-hati agartidak menusuk atau merusak mulsa.

e. Penyiangan dan penggemburan

Penyiangan gulma diperlukan agar tanaman dapat menyerap unsur hara yang diberikan. Pada saat penyiangan ini, biasanya dilakukan juga pengggemburan tanah agar aerasi (pertukaran udara) dalam tanah tetap baik.

f. Perempelan (pengambilan tunas)

Perempelan pada tanaman terung ada dua macam, yaitu perempelan tunas dan perempelan bunga. Tunas di ketiak daun pertama sampai tunas di bawah bunga yang kedua dirempel. Tujuannya agar percabangan yang terbentuk tidak terlalu di bawah.

Perempelan dilakukan sedini mungkin, sebelum tunas membesar. Perempelan bunga dilakukan pada bunga pertama. Biasanya setelah perempelan, bunga selanjutnya akan tumbuh dengan cepat.

g. Pemupukan Tanaman dapat diberi pupuk dari limbah ternak bila penanamannya menggunakan mulsa PHP. Kalau terlalu pekat, pupuk tersebut diencerkan dengan penambahan air bersih. Tanaman yang tidak menggunakan mulsa dapat dipupuk kembali dengan pupuk kandang atau kompos. Pemupukan ini dilakukan pada saat tanaman berumur 1,5 -2 bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *