Pestisida Organik dalam Buku Natural Crop Protection

Dalam buku Natural Crop Protection, diulas beberapa pestisida organik yang dapat digunakan dalam pertanian organik, seperti urin sapi, korotan sapi, dan abu kayu. Selain itu, juga diulas mengenai cara menangkap ulat tanah dan lalat buah.

1. Urin Sapi

Urin sapi dapat dipergunakan untuk mengendalikan hama serta penyakit yang disebabkan cendawan dan virus. Urin sapi dikumpulkan dalam suatu bak terbuka dan dibiarkan selama 2 minggu terkena sinar matahari.

Secara umum, pada waktu akan disemprotkan, urin diencerkan dengan air, perbandingannya 1:6. ‘ untuk sayuran, konsentrasi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan daun terbakar. Perbandingan yang tepat biasanya akan diperoleh setelah perpengalaman. Contoh dosis lainnya, yaitu sebagai pedkut a. Perbandingan 2 bagian air: 1 bagian urin dapat mengaki-batkan aphid mati :I: 60%, dan ulat tomat (Heliothis armigera) mati i 10%.

b. Bila urin tidak diencerkan, aphid yang mati i 95%, ulat mati .t 67%, dan laba-laba (Tetranychus bimaculatus) 2′: 83%. Karena bila tidak diencerkan dapat merusak tanaman, sebaiknya urin diencerkan dengan perbandingan 1:1.

0. Urin yang ditambah dengan kunyit, nimba, dan tembakau dapat digunakan untuk mencegah virus mosaik bila disemprotkan 2-3 kali setiap minggu.

2. Kotoran Sapi

Kotoran sapi kering i 3 genggam besar dapat dicampur dengan 10 liter air dan setiap hari diaduk selama 14 hari. Untuk mengurangi bau, dapat ditambah tepung tanah Iiat atau tepung batu serta mineral-mineral. Sesudah :I: 2 minggu, cairan kotoran sapi dapat diencerkan dengan air 3 5 k3″ kemudian dapat disemprotkan pada tanaman untuk mencegah kerusakan (gangguan) dari binatang dan dapat berfungsi sebagai pupuk.

3. Abu Kayu Ada empat macam ramuan yang menggunakan abu kayu, yaitu sebagai berikut:

a. Setengah cangkir abu kayu, setengah cangkir kapur, dan 4 liter air dicampur sampai merata, lalu didiamkan beberapa jam. Setelah itu, disaring dan dapat disemprotkan untuk mengendalikan kumbang mentimun atau larvanya.

b. Enam sendok minyak tanah dicampur dengan 1 kg abu kayu dapat digunakan untuk mencegah serangga pengisap. Caranya dengan menaburkan campuran tersebut pada pagi hari seminggu dua kali. Sebaiknya jangan mengunakan abu dari sabut atau tempurung kelapa karena dapat merusak daun.

Abu kayu juga efektif mengendalikan cendawan, seperti busuk daun, jamur tepung dan jamur karat. Caranya, 1 sendok makan penuh abu kayu dimasukkan dalam 1 1 air dan diaduk, kemudian dibiarkan semalam.

Esoknya, campuran tersebut disaring dan dicampur dengan sour milk atau butter milk. Sebelum disemprotkan, Iarutan ini diencerkan 3 kali dengan air. Namun, alangkah baiknya bila keefektifan Iarutan dicobakan pada beberapa tanaman. d. Abu kayu yang ditaburkan atau dilarutkan dahulu dapat juga digunakan untuk mengendalikan larva terowongan daun.

4. Umpan Ulat Tanah

Ulat tanah yang banyak menyerang tanaman dapat dikendalikan dengan campuran serbuk gergaji, sekam, dan molase (tetes) dengan perbandingan yang sama, Ialu diberi air sehingga menjadi campuran yang lengket.

Campuran tersebut pada waktu senja diletakkan di daerah yang banyak diserang ulat tanah. Molase akan mengundang u|at tanah. Ulat tanah yang Iewat akan lengket pada campuran molase. Ulat tidak dapat bergerak dan molase akan mengeras. Pada pagi hari, ulat akan mati terkena sinar matahari.

5. Perangkap Lalat Buah

Lalat buah banyak menyerang tanaman sayur yang menghasilkan buah. Lalat buah tersebut dapat ditangkap dengan memasang alat perangkap.

Aiat tersebut berupa botol minuman minerala muiutnya dibaiik. Di dalamnya diberi Cairannya dapat merangsang ialat buah masuk ke dalam botol Cairan tersebut diperoleh dari kulit jeruk atau kulit daging mentimun, ditambah 100 cc urin dan 500 cc air yang teiah tercampur rata dan didiamkan semaiam, ialu diencerkan dengan 15 1iter air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *