Memahami Sistem Pertanian Organik

Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan sistem pertanian organik?

Cara bercocok tanam yang mirip dengan kelangsungan hidup tanaman yang berada di hutan dinamakan sistem pertanian organik. Karena kesuburan tanaman yang ditanam dengan sistem organik berasal dari bahan-bahan organik yang dibuat secara alami. Pengertian lain dari sistem pertanian organik, yaitu sistem pertanian yang penerapannya tidak memakai bahan kimia, tetapi menggunakan ‘bahan-bahan yang bersifat organik.

Dengan demikian, prinsip sistem pertanian organik, yaitu sistem pertanian yang berwawasan lingkungan karena tidak menimbulkan masalah pencemaran dan pengrusakan lingkungan hidup.

Agar tujuan sistem bercocok tanam secara organik ini dapat tercapai, harus diupayakan beberapa cara sebagai berikut

1. Penggunaan pupuk hijau harus dilakukan dengan orok-orok (Crota/ariajuncea), Tephrosia Candida, Tephrosia voge/i, atau batang, akar, dan daun kacang-kacangan, turi;

2. Penggunaan pupuk lainnya dilakukan dengan kompos, pupuk kandang, atau guano;

3. Penggunaan pupuk harus dilakukan dengan limbah yang berasal dari kandang ternak, pemotongan hewan (RPH), atau septic tank;

4. Diupayakan pelestarian terhadap tempat hidup tanaman dengan cara pola tanam polikultur. Pada sistem pertanian konvensional, untuk tujuan menyuburkan tanah dan memberantas hama serta penyakit, hampir sebagian besar menggunakan bahan kimia. Pada sistem pertanian organik, kedua macam kegiatan tersebut tidak dilakukan dengan bahan kimia, tetapi menggunakan bahan-bahan organik yang didapat dengan mudah dari alam.

Di samping penggunaan pupuk kandang, pertanian organik juga memanfaatkan tanaman yang termasuk famili Leguminosae, misalnya kacang-kacangan, yang mempunyai bintil akar yang dapat menambah nitrogen dari udara dan kemudian mengubahnya menjadi nitrogen yang dapat diserap oleh tanaman.

Untuk pemberantasan hama dan penyakit tanaman, Sistem pertanian organik menggunakan pestisida organik yang sering disebut pestisida nabat. Tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida organik, antara lain, nimba, tembakau, ‘brotowali, awar-awar, gadung, kelor, mindi, ketepeng kebo, mengkudu, mahoni, tuba tephrosia, pepaya, johar, buah lerak, sirsak, srikaya, dan jarak kepya.

Pestisida organik dengan mudah dapat dibuat sendiri. Keuntungan dari pestisida organik, yaitu tidak mencemari udara, tidak berbahaya, tidak meracuni konsumen karena cepat terurai, dan tanamannya mudah diperoleh, serta dapat ditanam sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *