Macam-Macam Pola Tanam secara Polikultur pada Tanaman Organik

a. Macam-Macam Pola Tanam secara Polikultur Dalam pola tanam secara polikultur, dikenal beberapa istilah yang pengertiannya hampir sama, yaitu menanam lebih dari satu jenis tanaman pada Iahan yang sama. lstilah-istilah tersebut sebagai berikut :

1) Tumpang gilir, yaitu bercocok tanam sayuran dengan menggunakan lebih dari satu jenis tanaman pada Iahan yang sama, selama satu tahun untuk memperoleh lebih dari satu hasil panen.

2) Tanaman pendamping, yaitu dalam satu bedeng ditanam lebih dari satu jenis tanaman sebagai pendamping jenis tanaman yang Iainnya. Tujuan cara ini, yaitu agar satu sama Iain saling melengkapi dalam kebutuhan flsik dan unsur  hara.

Agar tujuan tercapai, biasanya pemilihan jenis tanaman harus diperhatikan, misalnya tanaman yang perakarannya dalam dapat mengurangi kepadatan tanah dan menambah kesuburan tanah dengan bertambahnya bahan organik sehingga berguna bagi tanama pendamping yang perakarannya dangkal.

Tanaman kenikir sering dijadikan tanaman pendamping karena memiliki perakaran yang mengeluarkan senyawa tiophen yang dapat mematikan nematode.

3) Tanaman campuran, yaitu bercocok tanam dengan menggunakan Iebih dari satu jenis tanaman pada suatu lahan dalam waktu yang sama. Misalnya, menanam tomat dan kubis dalam satu bedeng. Dengan cara ini timbulnya ngengat tritip (Plutela maculipennis) yang merusak kubis dapat dikurangi.

4) Tumpang sari, yaitu bercocok tanam polikultur dengan menggunakan Iebih dari satu jenis tanaman pada suatu lahan dalam waktu yang sama dengan barisan-barisan yang diatur sedemikian rupa sehingga teratur.

5) Penanaman lorong, yaitu bercocok tanam tanaman berusia pendek, misalnya wortel, selada, terung, di antara tanaman yang dapat tumbuh cepat dan tinggi serta berumur panjang (tahunan). Tanaman tahunan yang biasanya ditanam yaitu turi, gamal, kaliandra, lamtoro, dan daun kupu-kupu.

Keuntungan penanaman dengan cara seperti ini yaitu dapat meningkatkan kandungan nitrogen tanah, mengurangi gulma, mencegah erosi, meningkatkan penyerapan air tanah, dan kelembapan tanah.

6) Pergiliran tanaman, yaitu bercocok tanam dengan menggunakan jenis tanaman yang tldak satu famili secara bergantian atau bergilir. Tujuan cara ini yaitu untuk memutuskan siklu hidup hama dan penyakit. Contohnya, kubi famili Cruciferae selada famili Compositae bawang merah famili Alliaceae wortel familiUmbelliferae terung famili Solanaceae kedelai famili Leguminosae jagung famili Graminae kangkung famili Convolvulaceae mentimun famili Cucurbitaceae okra famili Malvaceae.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *