Macam-macam Pola Tanam Organik

Bercocok tanam sayuran secara organik dapat dilakukan dengan cara monokultur atau polikultur. Dari kedua cara tersebut, cara polikultur merupakan cara yang paling banyak diterapkan karena memiliki banyak kelebihan. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan pola tanam monokultur dan polikultur itu? Untuk mengetahuinya. ikUti penjelasannya berikut ini!

1. Pola Tanam Monokultur

Pola tanam Monokultur adalah cara bertanam dengan menggunakan satu jenis tanaman pada lahan dalam waktu yang sama. Kelebihan pola tanam monokultur, yaitu teknis budi dayanya relatif mudah karena tanaman yang ditanam maupun yang dipelihara hanya satu jenis saja. Sedangkan kelemahannya, yaitu tanaman akan lebih mudah terserang hama maupun penyakit.

2. Pola Tanam Polikultur Pola tanam secara Polikultur, yaitu cara bercocok tanam yang menggunakan lebih dari satu jenis tanaman pada lahan dalam waktu yang sama. Dengan pemilihan jenis tanaman yang tepat, pola tanam polikultur dapat memberikan beberapa keuntungan diantaranya sebagai berikut:

1) Mengurangi hama dan penyakit tanaman. Tanaman yang satu dapat mengurangi hama maupun penyakit tanaman Iainnya. Misalnya, bawang daun dapat mengusir hama aphids dan ulat pada tanaman kubis karena mengeluarkan bau allicin.

2) Dapat menambah kesuburan tanah. Dengan bertanam kacang-kacangan, kandungan unsur N dalam tanah akan bertambah karena adanya bakteri Rhizobium yang terdapat dalam bintil akar. Sedangkan dengan menanam tanaman yang mempunyai perakaran berbeda, misalnya tanaman berakar dangkal yang ditanam secara berdampingan dengan tanaman berakardalam, akan dapat menyebabkan tanah di sekitarnya lebih gembur.

3) Dapat memutuskan siklus hidup hama atau penyakit. Pola tanam polikultur yang dilakukan dengan rotasi tanaman dapat memutus siklus hidup hama dan penyakit tanaman.

4) Dapat diperoleh hasil panen yang beragam. Penanaman tanaman sayuran yang dilakukan lebih dari satujenistanaman akan menghasilkan panen yang beragam. lni menguntungan karena jika harga salah satu komoditas rendah, dapat ditutup oleh harga komoditas Iainnya.

Namun demikian, jika pada pola tanam polikultur jenis tanaman yang dipilih tidak sesuai, dapat mengakibatkan dampak yang negatif, misalnya:

1) Hama dan penyakit yang meyerang tanaman akan semakin banyak sehingga menyulitkan dalam pemeliharaan.

2) Terjadinya persaingan unsur hara di antarajenis tanaman, yang ditanam sehingga pertumbuhan tanaman tidak maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *