Jenis-Jenis Sayuran yang Subur Ditanam secara Organik

Sebelum kita mulai bertanam secara organik, yang perlu kita ketahui yaitu jenis tanaman yang akan ditanam secara organik serta cara maupun upaya untuk meningkatkan kesuburan tanaman.

A. Jenis-Jenis Sayuran yang Ditanam secara Organik

Sebenarnya, semua tanaman, baik itu tanaman sayuran, buah-buahan, maupun tanaman hias, dapat diupayakan dengan cara tanam secara organik. Hal ini disebabkan pada mulanya tanaman dapat tumbuh dengan subur secara alami tanpa tambahan pemupukan dari luar seperti yang terjadi di hutan.

Akan tetapi, karena ada beberapa jenis tanaman yang sering terserang oleh hama dan penyakit. pemeliharaannya perlu dilakukan secara intensif. Disamping itu, jika bertanam secara organik bertujuan untuk bisnis, perlu dipertimbangkan beberapa jenis tanaman yang memang laku di pasaran, seperti cabai, tomat, bawang merah, wortel, dan selada.

B. Usaha-Usaha untuk Meningkatkan Kesuburan Tanaman dalam Bercocok Tanam secara Organik

Dalam bercocok tanam jenis tanaman apapun, faktor kesuburan tanaman merupakan faktor yang penting untuk diketahui. Subur tidaknya tanaman ditentukan ‘oleh beberapa faktor, antara lain kesuburan tanah, iklim, hama, dan penyakit, serta baik tidaknya benih yang digunakan.

1. Faktor Kesuburan Tanah

Faktor kesuburan tanah dapat ditentukan dengan cara melihat keadaan fusik, kimia, maupun biologi tanah.

a. Faktor Fisik Tanah

Untuk menentukan subur tidaknya tanah secara fusik, dapat dilihat dari keadaannya yang gembur. Agar tanah menjadi gembur, perlu dilakukan pembalikan tanah, baik dengan pencangkulan maupun pembajakan. Manfaat dari pembalikan tanah yaitu:

1) Memungkinkan terjadinya pertukaran udara atau aerasi di dalam tanah sehingga gas yang bersifat racun dapat menguap dan digantikan dengan oksigen;

2) Dengan tersedianya oksigen yang cukup di dalam tanah, jasad renik aerob dapat berkembang dengan baik sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah. Jasad renik yang hidup di dalam tanah antara lain bakteri Rhizobium, Azotobacter, dan Nitrobacter.

3) Pada tanah yang gembur, air dengan mudah dapat meresap sehingga tanah tidak mudah digenangi air dan kelembapan air tanah berkurang dan;

4) Bibit penyakit, hama, dan gulma yang hidup di permukaan tanah akan mati karena terkena sinar matahari, cangkul atau bajak. Selain pembalikan agar selalu gembur, tanah perlu diberi pupuk organik dan pasir. Tanah yang sudah gembur sangat mudah untuk ditanami, disiangi, dan dipupuk.

Demikian pula akar tanaman dalam pertumbuhannya dengan mudah dapat menembus tanah dan’menyerap unsur hara. Pada saat musim kemarau, tanah bagian atas yang gembur dapat berperan sebagai mulsa sehingga mengurangi terjadinya penguapan air tanah yang berlebihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *