Faktor Biologis (Hayati) Tanah yang Mempengaruhi Tanaman Organik

Keadaan tanah yang baik dan produktif untuk dijadikan tanah pertanian adalah tanah yang banyak mengandung bahan organik dan jasad hidup baik yang berukuran kecil (mikro) maupun yang berukuran besar (makro).

Hal ini dikarenakan bahan organik yang terdapat di dalam tanah itu nantinya akan dihancurkan oleh jasad hidup yang terdapat di tanah menjadi bahan organik yang halus dan dapat diserap oleh akar tanaman.

Contoh bahan organik yang telah mati, antara lain daun yang telah rontok, jerami, sekam, batang pisang, batang jagung, ampas tebu, molase, humus, bangkai binatang, pupuk kandang, kotoran binatang, limbah binatang, maupun air septic tank.

Adapun jasad hidup yang sering ditemukan di dalam tanah misalnya bakteri, cendawan, ganggang, protozoa, amoeba, semut, rayap, uret, dan cacing.

Tahukah kamu mengapa tanah yang ditumbuh tanaman Leguminosae (kacang-kacangan) pada umumnya subur? Hal ini disebabkan pada akar tanaman Leguminosae terdapat bintil yang penu dengan bakteri Rhizobium. Bakteri Rhizobium in dapat mengikat nitrogen dari udara untuk dijadikan protein.

Bintil akar yang aktif pada tanaman Leguminosa ini kelihatan berwarna kemerahan atau pink karena adanya pigmen hemoglobin pada bakteri Rhizobium. Bagaimana caranya agar pada tana tersedia bakteri Rhizobium? Ada due care yang dapat dilakukan, yaitu:

1) Pada tanah yang akan ditanami sayuran, ditabun’ biji yang telah dicampur dengan bakteri Rhizobium mumi. Bakteri tersebut banyak dijual di toko pertam’an dengan nama Legin, singkatan dari Leguminosae inokulum. Bakteri bintil akar ini dapat hidup bertahun-tahun dalam tanah walaupun tidak ada tanaman Leguminosae.

2) Pada tanah yang akan ditanami sayura ditaburi tanah bekas tanaman Leguminosa yang banyak bintil akarnya. Agar dapat mengikat nitrogen cukup banyak, bakteri Rhizobium membutuhkan kapur, fosfat. (alium, dan molibdin).

Jika tanah dipupuk dengan pupuk N, pertumbuhan tanaman akan baik, tetapi daya bakteri Rhizobium dalam mengikat nitrogen dari udara akan berkurang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *