Cara Penggunaan Pestisida Organik

Bertanam secara organik sangat erat hubungannya dengan pestisida organik.

Karena pestisida non-organik (kimia) sama sekali tidak boleh digunakan dalam bertanam secara organik. Berikut ini diberikan beberapa contoh pestisida organik yang sering digunakan oleh para petani yang melakukan cara tanam secara organik.

A. Pestisida Organik Yosomiharjo

Sejak tahun 1994 sampai sekarang, Yosomiharjo menanam sayuran organik di desa Tlompakan, Kec. Tuntang, Kab. Semarang. Berdasarkan pengalaman, Yosomiharjo membuat pestisida organik sendiri. Pada dasarnya, pestisida organik tersebut dibuat dari ekstrak daun-daunan, terutama yang pahit direndam dalam air, |a|u disemprotkan. Cairan tersebut juga dapat berfungsi sebagai pupuk daun. Ada tiga ramuan yang diguhakan Yosomiharjo ialah sebagai berikut:

1. Ramuan A

Bahan-bahan pada tabél berikut tidak harus ada semua, tetapi semakin banyak bahannya, semakin baik hasilnya.

Bahan-bahan tersebut kemudian direndam dalam drum ukuran 200 liter dengan air 1: 100 liter, lalu ditambah garam :1: 0,05 kg, kapur :1: 1 kg, dan pupuk kandang :I: 5 kg. Semua bahan tersebut diaduk merata, lalu dibiarkan selama 2-4 minggu, Bila akan digunakan, ambil 1 liter cairan rendaman tersebut, lalu disaring dan dicampur (diencerkan) dengan 9 liter air.

2. Ramuan B

‘Kunyit sebanyak 1 kg diparut (diblender), dimasukkan dalam 10 liter air, lalu didiamkan beberapa minggu. Bahan ini kemudian dicampur dengan ramuan A dengan perbandingan 1:2. Bila akan digunakan, campuran tersebut diencerkan dengan perbandingan 1 bagian air bahan : 5 bagian air bersih, kemudian disemprotkan. Ramuan ini dapat berfungsi sebagai insektisida, fungisida, maupun sebagai pupuk daun.

3. Ramuan C

Bubur tepung belerang sebanyak 100 9 ditambah 100 g bubur kapur direbus dalam 2 liter air. Kemudian, bahan disaring dan cairannya dicampur dengan 1 liter ramuan B, 2 liter ramuan A, den 5 liter air bersih. Ramuan ini dapat dipergunakan untuk menghalau tikus, walangsangit, belalang, kumbang kayu, lalat, dan Iain-lain.

Pisang yang terserang penyakit layu dapat diberi campuran ramuan A, B, dan C serta ditambah tepung belerang (bubur belerang). Pemberiannya Iewat bonggol (pangkal) pisang yang telah dilubangi. Dengan pemberian ini, anakan pisang akan sehat, tidak terserang penyakit lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *