Cara Bertanam Terung Secara Organik

Tahapan ketika memulai menanam terung secara organik tidak berbeda jauh dengan tanaman Iainnya. Tanaman terung pun dapat ditanam secara polikultur dengan sawi, selada, atau tanaman lain yang tidak satu famili. Tahapan penanamannya adalah sebagai berkut:

1. Penyiapan Benih dan Pembibitan

Untuk memudahkan perawatan benih, tanaman terung sebaiknya disemai Iebih dahulu. Pesemaian terung ini seperti pesemaian selada, baik wadah maupun caranya. Tempat pesemaian sebaiknya di bawah naungan untuk mengurangi penguapan dan di atas para-para untuk menghindari gangguan binatang atau genangan air.

2. Pengolahan Tanah dan Pembuatan Bedengan

Teknik pengolahan Iahan sama dengan pengolahan untuk tanaman selada maupun wortel. Setelah gembur dan dibiarkan terkena sinar matahari, tanah dibuat bedengan. Ukuran bedengan dapat disesuai dengan Iahan, misalnya 90-200 cm x 5-15 m. Tinggi bedengan dapat dibuat 15-20 cm, tetapi jika tanah sering tergenang air, tinggi bedengan dapat dibuat 50 cm. Apabila menggunakan mulsa plastik hitam perak (PHP), Iebar bedengan sebaiknya dibuat 90-100 cm, disesuaikan dengan Iebar mulsa.

Mulsa PHP telah banyak digunakan dalam budi daya karena memberikan keuntungan seperti dapat menjaga kelembapan tanah, menekan pertumbuhan gulma, mencegah erosi, dan dapat mengusir aphid. Walaupun demikian, penggunaan mulsa PHP akan menambah biaya produksi dan biaya tenaga kerja.

3. Penentuan Jarak Tanam dan Pemupukan

Jarak tanam yang digunakan sekitar 60-70 cm x 60-70 cm. Untuk memudahkan pembuatan lubang tanam, dapat digunakan ajir. Apabila menggunakan mulsa PHP, setelah diberi tanda letak lubang tanam, mulsa dilubangi dengan menggunakan kaleng berdiameter 10-15 cm yang berisi arang panas. Apabila penanamannya secara polikultur dengan sawi atau selada maka tanaman terung dapat ditanam 2 atau 3 baris dalam satu bedengan.

Pola penanamannya dapat Anda Iihat’pada gambar berikut ini! Setiap hektare diperlukan pupuk kandang atau kompos sekitar 30 ton atau 1 kg per lubang tanam. Pupuk tersebut disebar di atas bedengan atau dimasukkan ke lubang tanam. Kemudian, pupuk dicampur rata dengan tanah di bawahnya. Setelah pemupukan, bedengan dapat disiram dengan air limbah ternak atau air septic tank.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *